Raja Majapahit Bali Rayakan Nyepi di Myanmar

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/raja_majapahit_bali0987.jpg

TRIBUNNEWS.COM - Raja Majapahit Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, mendapatkan kehormatan untuk merayakan hari raya Nyepi di sebuah paling keramat di Burma ( Myanmar ) yakni Pagoda Shwedagon Yangon yang merupakan pagoda terindah didunia yang mempunyai ketinggian hingga 100 meter menjulang ke angkasa.

Selain itu Pagoda Shwedagon juga merupakan salah satu pagoda tertua didunia, yang dipercaya menyimpan 8 helai rambut Sang Budha yang diberikan Sang Budha 2500 tahun lalu di India kepada Raja Okkalapa. Dan kehadiran Gusti Dalem di Myanmar adalah untuk mengeratkan persahabatan Siwa Budha Majapahit dengan Siwa Budha Burma. Demikian yang terekam dalam kunjungan resmi Abhiseka Raja Majapahit Bali ini setiba di Kota Yangon, Myanmar. ”Saya sangat berterimakasih atas keramahan dari umat Budha di Myanmar dalam menyambut kehadiran kami dari Indonesia.

Dan saya benar – benar takjub melihat kemegahan kompleks Pagoda Sweedhagon Myanmar sebagai Pagoda terbaik didunia. Ini menunjukkan pengaruh agama Budha sangat besar di Asia Tenggara. Ini merupakan kehormatan bagi saya bisa merayakan hari raya Nyepi di Myanmar,”ungkap President World Hindu Youth Organization (WHYO) ini.

Dalam kesempatan itu, Gusti Dalem juga menyampaikan esensi perayaan hari raya Nyepi Internasional di Bali yang saat ini tengah menjadi sorotan dunia. ”Walau sebagai negara Muslim terbesar didunia, tapi negeri kami Indonesia memiliki Bali sebagai pusat kajian Hindu terbesar didunia. Satu – satunya tempat didunia yang bisa melaksanakan Nyepi dengan konsisten sejak ratusan tahun lalu. Ini hebatnya rakyat Hindu Indoneia, mereka punya jati diri yang hebat.

Sama dengan umat Budha di Myanmar yang punya jati diri hebat.”ungkap President The Sukarno Center. Kedepan ia meminta kekuatan Siwa – Budha di ASEAN mampu memberikan fondasi dasar bagi pembangunan ASEAN yang sudah mulai dipenuhi dengan pikiran kapitalis liberalis. ”Saya yakin, agama Hindu dan Budha adalah agama yang mampu memberikan platform terbaik bagi karakter ASEAN. Dan kerjasama antara umat Siwa Budha Indonesia dan Siwa Budha Myanmar ( Burma ) harus terus dieratkan. Karena itulah yang dulu dilakukan oleh leluhur kita di Nusantara.

Hubungan Kerajaan Budha Sriwijaya dan Kerajaan Hndu Majapahit. Untuk itu, melalui muhibah ini, saya berharap agar nilai – nilai spiritualisme tetap menjadi platform untuk pembangunan ASEAN baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan ketahanan,”ungkap President The Hindu Center of Indonesia ini.

Gusti Dalem pun menyarankan agar Bali meniru Myanmar dalam hal kebangaan akan jati diri dan prinsip – prinsip budaya yang teguh. ”Myanmar adalah negara yang punya sejarah dengan Junta Militer dan kediktatoran rezim. Tapi rakyat Burma itu menghadapi itu semua dengan disiplin dan welas asih. Ajaran Budha sangat mengisnpirasi semua relung kehidupan. Tidak seperti di Bali saat ini, rakyat dan pemimpin semua reaksioner, grasa grusu dan emosional. Jika kita berubah, bisa rusak citra agama Hindu di Bali dimata dunia.”pungkas Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali ini.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar