Tujuh Keluarga Identifikasi Mayat Tanpa Kepala

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Mayat-Tanpa-Kepala-Kupang.jpgTRIBUNNEWS.COM, KUPANG--Hingga Minggu (15/7/2012),  sudah tujuh keluarga yang mengaku anggota keluarganya hilang mendatangi Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang untuk mengidentifikasi mayat tanpa kepala yang ditemukan di tempat sampah, Rabu (11/7/2012).
Pihak rumah sakit masih berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Kupang Kota dan Dinas Sosial Propinsi NTT untuk memakamkan mayat tanpa kepala yang masih disimpan di lemari pendingin IPJ RSU Kupang.
Pemakaman dilakukan bila sampai pada hari ini, Minggu (15/7/2012), belum ada perkembangan yang berarti tentang identitas dari mayat tersebut atau keluarga yang yakin bahwa itu adalah anggota keluarganya.
"Biasanya kalau sudah tiga hari setelah diumumkan tentang adanya jenazah di IPJ yang belum dikenal, tetapi masih sulit untuk diketahui identitas atau anggota keluarganya, maka kami akan informasikan atau berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penguburannya. Pihak terkait dalam hal ini kepolisian di Resort Kupang Kota dan Dinas Sosial Propinsi NTT. Kami sudah menyampaikan pengumuman tentang adanya jenazah yang belum diketahui identitasnya ini, pada Jumat (12/7/2012, red) melalui Radio Lisbeth dan RRI," kata Kepala IPJ RSU Johannes, Octo A Boimau, Sabtu (14/7/2012).
Dia mengakui, sejak ditemukannya mayat tanpa kepala tersebut hari Kamis (12/7/2012) sampai Sabtu (14/7/2012) masih disimpan dalam lemari pendingin IPJ rumah sakit. Hal lainnya, kata Octo, sudah ada tujuh keluarga yang datang ke IPJ dan mengaku ada anggota keluarganya yang hilang, tetapi mereka pun tidak bisa mengenali sosok mayat tanpa kepala saat diperlihatkan.
Ketujuh keluarga yang datang tersebut, kata Octo, yakni Karlos Djaru, dari Noelbaki RT 10 RW 3 yang mengaku iparnya bernama Maria Neldi Ili (25) hilang sejak tanggal 30 Juni 2012. Karlos mendatangi IPJ pada  Jumat (13/7/2012) sore. Selain dia, Marthen Manafe dari RT 10 RW 04 Kelurahan Sikumana juga mengaku bahwa istrinya tidak pernah lagi kembali ke rumahnya sejak Mei 2012 lalu, sehingga dia pun sudah melaporkan hal itu ke Polsek Maulafa. Marthen mendatangi IPJ pada Kamis (12/7/2012) sore. Ada juga Alex Las Boy, dari Jalan Sukun II Oepura, yang mengaku anaknya bernama Vera Las Boy (15), tidak pernah kembali ke rumahnya sudah 2 minggu. Alex mendatangi IPJ pada  Jumat (13/7/2012). Warga lainnya, Yulius Pello. Namun anaknya yang awalnya dilaporkan hilang ternyata sudah ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Keluarga yang lain yang mengaku kehilangan anggota keluarganya yaitu dari Opura, Oeba dan Alak.
Masih Sulit Dikenali
Kepala Kepolisian Resort Kupang Kota, AKBP Tito Basuki Priyatno, SIK, mengaku pihaknya masih sulit mengenal identitas mayat tersebut. Walaupun begitu, pihak kepolisian, kata dia, tetap terus melakukan penyelidikan.
Berkaitan dengan rencana untuk pemakaman terhadap mayat tersebut, Tito mengatakan pihaknya memaklumi itu sebagai aturan di RSU Johannes. Tetapi sebelum dimakamkan, pihaknya berupaya melakukan otopsi.
"Sampai sekarang masih diselidiki, kita juga belum mengetahui identitasnya, masih susah. Kalau ada keluarga yang merasa yakin bahwa itu adalah anggota keluarganya, maka akan dites DNA. Kalau nggak ya ngga bisa," kata AKBP Tito,  Sabtu (13/7/2012).

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar