Menyaksikan Ritual Maccera Tasi di Barru

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/20/1735402620X310.jpg
BARRU, KOMPAS.com - Ratusan nelayan di Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten.Barru, Sulawesi Selatan, menggelar ritual adat Larung Sesaji di tengan laut atau oleh nelayan setempat dikenal dengan sebutan nama Maccera Tasi, Rabu (20/6/2012) kamarin. Prosesi itu digelar guna meminta kepada sang penunggu laut agar hasil tangkapan ikan para nelayan di daerah tersebut berlimpah ruah.

Dengan menggunakan perahu penangkap ikan, para nelayan di Kabupaten Barru, membawa sesajian ke tengah laut, sebagai kelengkapan prosesi ritual Maccera Tasi atau larung Sesaji. Hampir semua nelayan berkumpul demi ritual yang ditanggap sakral itu.

Berbagai sesajian disiapkan, mulai dari nasi beraneka warna, kelapa muda, daun siri sampai darah kambing yang telah disembelih. Semuanya untuk dipersembahkan kepada sang penunggu laut. Dalam prosesi ritual Maccera Tasi itu, masing-masing nelayan mengambil air laut yang tersimpan di tempayan sesaji, untuk disiramkan ke alat tangkapan ikan mereka.

Menurut nelayan setempat, Mansyur, belakangan para nelayan merasa hasil tangkapan ikan mereka berkurang. Selain itu, nelayanan mengaku, tempat ritual di tengah laut dihuni oleh makhluk gaib. "Ritual ini telah digelar nelayan sejak puluhan tahun lalu. Awalnya seorang tokoh adat di daerah ini mengalami mati suri selama kurun waktu satu bulan, dalam tidurnya, tokoh adat yang dikenal dengan nama Waduer melakukan perjalanan ke Mekkah di negara arab Saudi, tempat suci bagi umat Islam," ujarnya.

Menurut Mansyur, dalam perjalanannya inilah si tokoh masyarakat itu mendapat bisikan, jika di tengah laut tak jauh dari Desa Siddo Kecamatan Soppeng, Kabupaten Barru, dihuni makhluk gaib, atau yang lebih dikenal, dan diyakini masyarakat pesisir setempat sebagai Nabi Khaidir.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar