Mantan Marinir Aniaya Warga hingga Tewas

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/04/1600583620X310.jpg
MALANG, KOMPAS.com — Sepulang mencari rumput di sawah, Sareh (54), warga Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas di tangan Hadi (45), mantan marinir, yang sudah empat tahun lalu desersi. Pelaku diduga stres. Keduanya adalah warga Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Berdasarkan cerita Ahmad Junaedi (47), yang mengetahui kejadian tersebut, Rabu (4/4/2012) sekira pukul 10.00 WIB, korban sedang berjalan kaki menuntun sepeda angin, membawa jerami yang diambil di sawahnya. Di tengah jalan, korban bertemu pelaku yang saat itu berada di pinggir jalan. "Saat itu, pelaku selesai menanam talas di lahannya. Tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan langsung memukul korban di jalan," katanya.

Korban sempat menangkis pukulan itu. Namun, justru karena korban menangkis, pelaku langsung menganiaya dengan cara mencangkul ke arah korban. Sabetan cangkul melayang ke arah korban kemudian mengenai kepala dan leher. Korban langsung terkapar tak bernyawa di tempat kejadian. "Saat melihat kejadian tersebut, saya mau lewat di jalan itu. Saya sudah melihat korban dan pelaku sedang berkelahi di tengah jalan. Saat itu, saya panggil warga untuk bersama-sama melerai perkelahian itu," cerita Junaedi.

"Di desa ini, pelaku memang dikenal stres. Pelaku stres setelah dipecat dari anggota marinir," kata Junaedi.

Saat Junaedi memanggil warga untuk meminta pertolongan, kondisi korban sudah bersimbah darah dan meninggal di tempat kejadian. Sementara pelaku sudah kabur ke rumahnya, yang tak jauh dari tempat kejadian. Serentak, warga dengan bersenjatakan pentungan menuju rumah pelaku, didampingi anggota kepolisian. Namun, ternyata pelaku sudah tak berada di rumah.

Tak diduga, pelaku tidak kabur, tetapi sedang asyik memakan tebu di kebun belakang rumahnya. Rencana warga, anggota Koramil dan polisi yang akan menangkap pelaku tak bisa langsung terealisasi. Pelaku membawa celurit sambil terus tertawa-tawa menyantap tebu. Sementara warga sudah mengepungnya. Selang 10 menit dari pengepungan, polisi baru berhasil membekuk pelaku. Tak sedikit warga yang memukulinya.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Malang Ajun Komisaris Bayu Indrawiguna, pelaku sudah berhasil ditangkap pada pukul 15.00 WIB. "Penangkapan selama 10 menit. Polisi menangkap bersama warga sekitar. Saat ini kondisi pelaku masih didalami, apakah memang stres atau tidak," katanya singkat.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar