Vaginitis, Gatal dan Nyeri karena Peradangan di Vagina

Bookmark and Share
http://images.detik.com/content/2011/08/25/770/vagina-dalam-thinkstock.jpg
Jakarta, Deskripsi

Vaginitis adalah suatu peradangan pada vagina yang dapat mengakibatkan gatal, nyeri dan keluarnya cairan dari vagina. Penyebabnya biasanya karena terdapat perubahan dalam keseimbangan normal bakteri pada vagina atau infeksi. Vaginitis juga dapat disebabkan oleh kadar estrogen yang berkurang setelah menopause.

Jenis yang paling umum dari vaginitis antara lain:
1. Bakteri vaginosis, yang dihasilkan dari pertumbuhan berlebih dari salah satu organisme yang biasanya ada dalam vagina
2. Infeksi jamur, yang biasanya disebabkan oleh jamur alami yang disebut Candida albicans
3. Trikomoniasis, yang disebabkan oleh parasit dan sering ditularkan melalui hubungan seksual
4. Atrofi vagina (vaginitis atrofik), yang hasil dari penurunan kadar estrogen setelah menopause

Penyebab

Penyebabnya tergantung pada jenis vaginitis yang terjadi.

1. Bakteri vaginosis
Vaginosis oleh karena bakteri biasanya terjadi karena pertumbuhan berlebihan dari salah satu beberapa organisme yang ada dalam vagina. Normalnya jumlah bakteri 'baik' (lactobacillus) melebihi bakteri bakteri 'buruk' (anaerob) dalam vagina. Tetapi jika bakteri anaerob menjadi terlalu banyak, akan mengganggu keseimbangan dan menyebabkan vaginitis bakteri. Wanita yang berganti-ganti pasangan, serta wanita yang menggunakan alat kontrasepsi (IUD) memiliki risiko lebih tinggi terkena vaginosis bakteri.

2. Infeksi jamur
Infeksi jamur terjadi ketika lingkungan yang normal dalam vagina mengalami beberapa perubahan yang memicu pertumbuhan berlebihan dari jamur (Candida albicans). Infeksi jamur tidak dianggap sebagai infeksi menular seksual.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 3 dari 4 perempuan diperkirakan akan mengalami infeksi jamur pada beberapa waktu selama hidup mereka.
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko infeksi jamur meliputi:
- Obat-obatan, seperti antibiotik dan steroid
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Perubahan hormonal, seperti yang terkait dengan kehamilan, pil KB atau menopause

3. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual umum yang disebabkan oleh parasit, dan biasa disebut Trichomonas vaginalis. Organisme ini menyebar selama hubungan seksual dengan seseorang yang sudah memiliki infeksi. Organisme ini biasanya menginfeksi saluran kemih pada pria, dimana sering tidak menimbulkan gejala. Trikomoniasis biasanya menginfeksi vagina pada wanita.

4. Non-infectious vaginitis
Semprotan vagina, douche, sabun wangi, deterjen wangi dan produk spermisida dapat menyebabkan reaksi alergi atau mengiritasi jaringan vulva dan vagina. Penipisan lapisan vagina, akibat hilangnya hormon oleh karena menopause atau pengangkatan indung telur, juga dapat menyebabkan gatal dan sensasi terbakar pada vagina.

Gejala

Gejala vaginitis antara lain:
1. Perubahan warna, bau atau jumlah cairan dari vagina
2. Vagina gatal atau iritasi
3. Nyeri saat berhubungan seksual
4. Nyeri saat buang air kecil
5. Vagina mengalami perdarahan atau bercak

Kondisi pada vagina dapat menunjukkan jenis vaginitis yang terjadi antara lain:
1. Vaginitis bakteri
a. Keluar cairan putih keabu-abuan, berbau busuk.
b. Bau sering digambarkan menyerupai bau ikan.
2. Infeksi jamur
Gejala utama adalah gatal, dan juga keluar cairan kental yang berwarna putih dan menyerupai keju.
3. Trikomoniasis
Infeksi ini dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan, kadang-kadang berbusa.

Pengobatan

Pengobatan vaginitis disesuaikan dengan penyebabnya, antara lain:

1. Vaginitis bakteri
Dokter biasanya akan meresepkan tablet metronidazole (Flagyl) melalui mulut (per oral), metronidazol gel (MetroGel) yang dioleskan pada vagina, atau krim klindamisin (Cleocin) yang dioleskan pada vagina. Obat biasanya digunakan 1 atau 2 kali sehari selama 5-7 hari.

2. Infeksi jamur
Infeksi jamur biasanya diobati dengan krim antijamur atau supositoria, seperti mikonazol (Monistat), clotrimazole (Gyne-Lotrimin) dan tioconazole (Vagistat). Infeksi jamur juga dapat diobati dengan obat antijamur, seperti flukonazol (Diflucan).

3. Trikomoniasis
Dokter biasanya akan meresepkan metronidazole (Flagyl) atau (Tindamax) tinidazol tablet.

4. Penipisan lapisan vagina (atrofi vagina)
Estrogen vagina dalam bentuk tablet atau krim, secara efektif dapat mengobati vaginitis atrofik. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

5. Non-infeksius vaginitis
Untuk mengobati jenis vaginitis ini, perlu diketahui sumber iritasinya dan kemudian menghindarinya. Sumber yang mungkin dapat menyebabkan vaginitis jenis ini, antara lain sabun baru, deterjen, pembalut, atau tampon.

Sumber: MayoClinic

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar