Tak Pernah Merokok, Ibu Ini Meninggal Karena Kanker langka

Bookmark and Share
http://images.detik.com/content/2013/04/14/763/100258_lung.jpgJakarta, Telah menjadi rahasia umum jika perokok pasif memperoleh dampak yang lebih buruk dari si perokok sendiri. Bahkan banyak orang yang meninggal atau terkena kanker paru-paru hanya karena paparan asap rokok. Kondisi yang sama terjadi pada seorang ibu muda asal Inggris ini.

Kirsty Allen (29) yang berasal dari Annfield Plain, County Durham ini mulai menderita sakit kepala serta gangguan penglihatan sekitar enam minggu yang lalu.

Lewat sebuah tes darah rutin didapati adanya abnormalitas di dalam enzim hati dan tulang Kirsty sehingga ibu muda ini dirujuk ke University Hospital of North Durham untuk menjalani tes lanjutan. Kirsty pun dikirim ke dokter spesialis paru-paru dan diopname karena kondisi pernafasannya memburuk.

Setelah Paskah, ibu muda ini sempat diijinkan pulang tapi beberapa hari kemudian ia mengalami kesulitan bernafas sehingga harus kembali dibawa ke rumah sakit.

Namun siapa sangka jika pada tanggal 3 April 2013, ibu dari Ebony (6) dan Adam (2) didiagnosis dengan kanker paru-paru stadium lanjut, bahkan dikatakan jika kanker yang menyerang Kirsty tergolong ke dalam jenis kanker paru-paru yang langka. Ironisnya lagi, Kirsty meninggal sehari kemudian sebelum sempat mengucapkan salam perpisahan pada Ebony dan Adam.

"Ia tak pernah merokok seumur hidupnya, bahkan ia tak pernah menyentuhnya. Ia begitu sehat karena rajin ke gym dan selalu menjaga kebugaran tubuhnya. Mereka bilang bisa jadi itu karena hormon-hormonnya tengah memuncak sehingga kankernya menyebar begitu cepat," kata sang ibu, Wendy (49) .

"Tim dokter mengatakan mereka tak pernah melihat kondisi penyakit yang begini agresif. Ini terjadi begitu cepat," lanjutnya seperti dilansir Daily Mail, Minggu (14/4/2013).

Kirsty meregang nyawa di rumah sakit dengan ditemani ibunya karena dokter menemukan bahwa kanker yang baru saja terdiagnosis di dalam tubuh Kirsty ternyata telah menyebar limpa, hati dan kelenjar lehernya.

"Ia baru didiagnosis pada hari Rabu tapi sehari kemudian ia langsung meninggal. Padahal Kirsty ingin terus hidup untuk kedua anaknya. Ia rela harus menjalani kemoterapi agar ia bisa hidup 10 tahun lagi. Adam baru berusia dua tahun dan ia mengira masih bisa melihat Adam hingga mencapai 12 tahun. Tapi ternyata ia meninggal keesokan harinya," tandas Wendy.

Beruntung kedua putranya begitu tegar, bahkan di hadapan sang nenek. Menurut Wendy, Ebony justru menguatkannya dengan mengatakan hal-hal positif tentang sang ibu.

"Mamaku begitu baik, ia mencintaiku. Aku akan merindukan pelukannya ketika ia menidurkanku dan melingkarkan lengannya padaku. Aku akan merindukannya dan mama akan sangat bangga padaku," timpal Ebony.

Kanker paru-paru merupakan kanker pembunuh terbesar di Inggris, meski satu dari delapan penderitanya tak pernah memegang satu batang rokok sekalipun.

Menurut para pakar, bisa jadi ada beberapa faktor risiko yang mendasari kondisi itu diantaranya merokok pasif, paparan asbetos, pola makan yang buruk dan riwayat kanker paru-paru dari keluarga.
sumber : detikHealth

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar