
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA- Meski status Saptian Rosi Anggara (21) adalah mahasiswa. Namun tindakan yang dilakukan warga Kali Anget, Sumenep Madura ini tak mencerminkan statusnya itu. Bayangkan demi memenuhi hasrat untuk dugem, mahasiswa semester I universitas Swasat di Surabaya ini tega menjual sepeda motor milik teman kosnya sendiri.
”Selain pakai untuk dugem. Saya juga pakai uang penjual sepeda motor itu untuk bayar hutang,” ujar Saptian di Mapolsek Wonocolo, Kamis (12/1/2012).
Dari data yang dihimpun dilapangan, perbuatan Saptian ini dilakukan 28 Desember Silam. Saat itu Saptian sedang berbincang dengan rekan kosnya yang lain di Jl Bendul Merisi Selatan I. Ditengah perbincangan itu, Saptian kemudian melihat kunci sepeda motor yang terjatuh.
Namun tindakan yang diambil Saptian kala itu berbeda dengan perbuatan mahasiswa kebanyakan. Sebab Saptian bukan mengembalikan kunci pada pemiliknya tetapi menyembunyikan kunci sepeda motor itu. Tak hanya itu, Saptian juga menunggu waktu yang tepat untuk membawa sepeda motor itu kabur.
”Waktu teman saya itu tidur, sepeda motor itu saya taruh di Stasiun Wonokromo kemudian saya pulang jalan kaki,” kata Saptian lagi.
Nah, selang sehari kemudian Saptian kembali lagi ke stasiun Wonokromo. Ia lantas membawa motor ini ke Madura. Di sana ia meminta rekannya, M Thoyib (23), warga Kali Anget Madura untuk menjualkan sepeda motor curian itu.
Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Nur Suhud menjelaskan tak berselang sehari, motor curian itu terjual Rp 5,4 juta. Pembeli motor curian itu sendiri adalah Hendra (Buron).
“Dari hasil penyelidikan kami, Saptian dan Thoyib ini tertangkap di tempat tinggal mereka, Rabu (11/1/2012) malam. Saat ini kami juga menetapkan Hendra sebagai buron,” tutur Nur di kantornya.
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar