TRIBUNNEWS.COM - Center for Marginalized Communities Studies (CMARs) Surabaya melakukan investigasi dalam kasus pembakaran pondok pesantren dan sejuml

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20111225_Demo_Pelanggaran_HAM_Bima.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada unsur politik di balik penyerangan pondok pesantren penganut Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu. Hal itu tergambar jelas di media-media sosial di internet.

"Ada kepentingan politik, kita lihat di internet aliran politik mana yang berkepentingan. Kita lihat blog-blog juga begitu," ujar Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi), Jalaluddin Rakhmat saat ditemui di kantornya Jalan Kemang, Jakarta, Sabtu (31/12/2011).

Jalaluddin mencurigai, konflik Sunni-Syiah di Indonesia dimunculkan karena ada kepentingan politik yang berasal dari konflik di Timur Tengah.

"Saya ingin berikan beberapa contoh, konflik Syiah memuncak di Sampang, ada aufmerk action atau action getting, mengungkapkan perseteruan Syiah-Sunni, kenapa muncul belakangan ini di Timur Tengah, ada penjungkalan pimpinan yang berawal dari konflik seperti di Tunisia, Mesir, lalu ke Libya, dan sekarang Syria,"jelasnya.

Konflik Sunni-Syiah sepanjang sejarahnya juga dipicu adanya kepentingan politik. Jalaluddin kemudian mencontohkan kasus yang terjadi di Irak dimana Amerika Serikat ikut campur dalam konflik tersebut.

"Kita bisa berguru dari orang-orang Sunni-Syiah di Irak, mereka sepanjang jalan di kota hidup damai. Sampai datang Amerika, pertentangan pun dimulai, dikirim satu kelompok khusus dari Arab Saudi di bawah pimpinan Zartowi, kemudian muncul pembunuhan Syiah. Mereka melakukan serangan-serangan, hampir akan terjadi kehancuran Irak, supaya Syiah tidak melakukan perlawanan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kompleks pesantren milik warga Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, dibakar sekelompok orang pada Kamis 29 Desember lalu.

Diduga, pembakaran dilakukan karena warga tidak terima dengan keberadaan kelompok Syiah. Sementara menurut Mabes Polri pembakaran dipicu konflik keluarga antara pemilik ponpes yakni Tajul Muluk dengan saudara kandungnya, Rois.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar