SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ini peringatan buat warga, terutama ibu-ibu atau remaja putri yang sering belanja di Pasar 16 Ilir Palembang.
Pasalnya di pasar tersebut diduga banyak copet yang selalu mengintai.
Hermanto (33), diduga spesialias copet yang sering beraksi di Pasar 16 Ilir Palembang, Sumatera Selatan, dicokok unit Reskrim IT I Palembang ketika akan kembali menjalankan aksinya, Minggu (8/1) pukul 15.00.
Ia mengaku biasa menjalankan aksinya bersama Alex (buron) dengan cara memepet korbannya yang hendak berbelanja di pasar.
Ia sendiri bertugas menabrak korban dari depan sedangkan Alex mengambil barang korbannya dari belakang.
"Aku hanya mengalihkan perhatian korban, sedangkan Alex yang eksekutor. Korbannya kebanyakan cewek dan ibu-ibu yang berbelanja, karena biasanya lebih mudah dan uangnya juga lebih banyak," ujar Hermanto kepada Sripoku.com, Senin (9/1).
Hermanto tinggal di Jalan Faqih Usman Lrg Hijriah No 2255 RT 18 Kelurahan 1 Ulu Laut, Kecamatan SU I Palembang.
Hermanto ditangkap Unit Reskrim IT I Palembang setelah beberapa korbannya melapor.
Pasalnya di pasar tersebut diduga banyak copet yang selalu mengintai.
Hermanto (33), diduga spesialias copet yang sering beraksi di Pasar 16 Ilir Palembang, Sumatera Selatan, dicokok unit Reskrim IT I Palembang ketika akan kembali menjalankan aksinya, Minggu (8/1) pukul 15.00.
Ia mengaku biasa menjalankan aksinya bersama Alex (buron) dengan cara memepet korbannya yang hendak berbelanja di pasar.
Ia sendiri bertugas menabrak korban dari depan sedangkan Alex mengambil barang korbannya dari belakang.
"Aku hanya mengalihkan perhatian korban, sedangkan Alex yang eksekutor. Korbannya kebanyakan cewek dan ibu-ibu yang berbelanja, karena biasanya lebih mudah dan uangnya juga lebih banyak," ujar Hermanto kepada Sripoku.com, Senin (9/1).
Hermanto tinggal di Jalan Faqih Usman Lrg Hijriah No 2255 RT 18 Kelurahan 1 Ulu Laut, Kecamatan SU I Palembang.
Hermanto ditangkap Unit Reskrim IT I Palembang setelah beberapa korbannya melapor.
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar