VIVAnews -- Setelah skandal video mesum mantan anggota DPR Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva, insiden Arifinto kepergok melihat tayangan porno, kembali DPR digegerkan rekaman adegan tak senonoh yang diduga melibatkan politisi. Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pramono Anung menyatakan, kasus video porno tersebut hingga kini masih ditangani oleh Badan Kehormatan DPR. Pram berpendapat, selain mencari tahu benarkah ada politisi yang diduga terlibat, juga penting untuk mencari tahu motif di balik beredarnya video tersebut. "Itu sudah masuk dalam ranah BK. Tentu kita juga harus menghargai sepenuhnya hak BK untuk menindaklanjuti itu. Tetapi tentu motif dan latar belakang yang mendasari beredarnya itu juga harus dilihat," ujar Pram di DPR RI, Jakarta, Selasa 1 Mei 2012. Pram menilai bahwa pihak yang sengaja memunculkan video porno tersebut mempunyai maksud melakukan semacam pemerasan terhadap "pemerannya". "Saya melihat yang paling utama sebenarnya ada semacam pemerasan kepada orang-orang yang disebut dalam kasus itu. Jadi tidak murni," kata Pram. Selain BK, kepolisian menyatakan diri akan menyelidiki kasus beredarnya video mesum mirip anggota DPR RI. Penyebar pertama diancam bui. Sementara, bantahan demi bantahan muncul dari pihak-pihak yang diduga terkait. Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima membantah keras dirinya sebagai pemeran pria dalam video mesum "anggota DPR." Aria akan menuntut situs yang pertamakali menyebar video ini dan menyeret namanya. "Yang saya tuntut itu, kilikitik.net," kata Aria Bima di gedung DPR, Jakarta, Rabu 25 April 2012. Bantahan juga datang dari Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, yang putrinya KMN disebut-sebut sebagai pemeran perempuan. (sj)

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/07/21/117078_menkominfo--tifatul-sembiring_300_225.jpg
VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengatakan pihaknya tengah melacak video seks yang diduga melibatkan anggota DPR. Dia yakin bisa mengungkap pengunggah video mesum tersebut.
"Iya, iya sedang dilakukan. Insya Allah terungkap" kata Tifatul di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 26 April 2012.

Menurut Tifatul, semua aktivitas di internet sebetulnya dapat dilacak. Namun, dia mengakui hingga saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan asal-usul video tak senonoh tersebut.
"Semuanya dilacak. semua transaksi di internet itu kan traceable, bisa dilacak darimana asalnya dan semua terekam," ujarnya.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu mengungkapkan, urusan hukum terkait video itu akan diserahkan pada aparat kepolisian dan kejaksaan. Pihaknya hanya melacak siapa yang menyebarkan video tersebut dan bagaimana pembuatan filmnya.

"Tentu akan diselidiki yang terlibat dulu. Ke sana dulu, runutannya kami akan memberikan data bahwa diupload pertama kali lewat mana. Bisa dikenakan Undang-undang Informasi dan Traksaksi Elektronik, penyebarannya. kalau pembuatan filmnya bisa kena pornografi. ancaman 12 tahun," ujarnya.
Seperti diketahui, sebuah video adegan seks yang beredar di situs skandal.kilikitik.net menggegerkan publik beberapa hari belakangan ini. Itu karena wajah salah satu pelaku di dalamnya, yang perempuan, menyerupai seorang anggota DPR RI.

Dalam video itu, kedua orang itu sedang melakukan adegan intim di suatu kamar. Ketika hendak dikonfirmasi, telepon genggam politisi wanita itu dalam keadaan tidak aktif.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, M. Prakoso, mengatakan sudah mendengar adanya video porno yang disebut-sebut melibatkan salah satu anggota Komisi IX DPR itu. “Saya mendengarnya, tapi BK belum mendapat foto ataupun video tersebut,” kata Prakosa beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, telah membantah keras terlibat dalam skandal video adegan seks antara sepasang lelaki dan wanita yang disinyalir mirip dua anggota DPR RI. Aria menyatakan masih memantau terus perkembangan isu itu. (ren)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar