Sukhoi SSJ-100 Didesain Terbang Jarak Jauh

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/09/154347_sukhoi-superjet-100_300_225.jpg

VIVAnews - Pesawat sipil buatan Rusia, Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) hilang kontak dalam uji coba terbang kedua hari ini, Rabu 9 Mei 2012. Kunjungan ke Indonesia adalah bagian dari "road show" yang digelar perusahaan Sukhoi Civil Aircraft di beberapa negara Asia Tengah dan Tenggara.

Sebelumnya, juru bicara Kedutaan Besar Rusia, Dmitry Solodov mengungkapkan bahwa perkenalan SSJ-100 ini berlangsung di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. "Presentasi ini disaksikan para pejabat Kementerian Perhubungan dan sejumlah pejabat lain Indonesia serta dari Kedutaan Besar Rusia," kata Solodov, 9 Mei 2012.

SSJ 100 ini merupakan pesawat regional generasi baru yang mengangkut hingga 98 penumpang. Jet Rusia itu didesain untuk penerbangan jarak jauh. Ada dua tipe, yang versi dasar berjarak tempuh 3.048 km, sedangkan yang versi jarak jauh hingga 4.578 km dan mampu terbang di ketinggian 12.200 meter.

SSJ 100 terbang perdana pada Mei 2008 dan telah mengantungi sertifikat dari otoritas Rusia dan EASA. Pada April 2011, Sukhoi mulai mengekspor SSJ 100 ke luar negeri.

Importir pertama SSJ 100 adalah maskapai asal Armenia, Armavi. Pesawat ini juga digunakan maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot. Menurut Kedubes Rusia, sudah ada perusahaan Indonesia yang membeli pesawat ini.

Pada 16 Agustus 2011, Sukhoi Civil Aircraft dan PT Sky Aviation dari Indonesia menandatangani kontrak pembelian 12 unit SSJ 100. Nilai kontraknya sebesar US$380 juta.

Hingga saat belum ada kabar soal keberadaan pesawat Sukhoi tersebut. Pesawat hilang kontak pada koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 BSN. Di sekitar Gunung Salak.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar