Sukhoi Dicari di Kawasan Gunung Bunder

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/09/154342_sukhoi-superjet-100_300_225.jpg

VIVAnews - Sejumlah petugas Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) masih berusaha bergerak menuju kawasan Gunung Bunder, Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat, untuk mencari pesawat sipil buatan Rusia, Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) yang hilang kontak dalam uji coba terbang.

Saat dihubungi VIVAnews, Kepala Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Agus Priambudi mengatakan, pencarian pesawat yang hilang kontak itu dihentikan sementara karena cuaca di kawasan itu hujan lebat, sambil menunggu tim SAR datang.

Dari sejumlah keterangan yang sudah dihimpun, banyak warga di kawasan Gunung Bunder yang mendengar gemuruh suara pesawat melintasi di pemukiman mereka. Tapi apakah itu pesawat Sukhoi yang hilang kontak, masih belum dipastikan.

Kata Agus, bila benar pesawat itu jatuh di kawasan Tenjolaya, ada kemungkinan Sukhoi Superjet itu jatuh tidak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Cassa milik TNI AU A212-200, pada 26 Juni 2008 silam. Dalam kecelakaan itu, ada 18 penumpang tewas.

Sukhoi Superjet-100, hilang dari radar saat uji coba terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Rabu 9 Mei 2012 siang. SSJ 100 ini merupakan pesawat regional generasi baru yang mengangkut hingga 98 penumpang. Jet Rusia itu didesain untuk penerbangan jarak jauh.

Ada dua tipe, yang versi dasar berjarak tempuh 3.048 km, sedangkan yang versi jarak jauh hingga 4.578 km dan mampu terbang di ketinggian 12.200 meter. Pesawat itu terbang perdana pada Mei 2008 dan telah mengantungi sertifikat dari otoritas Rusia dan EASA. Pada April 2011, Sukhoi mulai mengekspor SSJ 100 ke luar negeri.

Importir pertama SSJ 100 adalah maskapai asal Armenia, Armavi. Pesawat ini juga digunakan maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot. Menurut Kedubes Rusia, sudah ada perusahaan Indonesia yang membeli pesawat ini. (adi)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar