Ribuan Umat Buddha Hening di Puncak Waisak

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/17/111245_ribuan-umat-buddha-memperingati-waisak-di-borobudur-_300_225.jpgVIVAnews - Ribuan umat Buddha bersama bhikkhu dan bhihkkhuni dari berbagai majelis melakukan meditasi selama 10 menit dalam rangka detik-detik Waisak. Meditasi dilakukan sebelum dan sesudah detik-detik Waisak yang jatuh pukul 18.08.23 WIB.

Detik-detik Waisak yang dipusatkan di depan altar di pelataran sebelah barat Candi Borobudur dipimpin oleh Bhikkhu Labhiko Mahathera dari Thailand. Sebelum memulai meditasi, Bhikkhu Labhiko mengajak para umat Buddha untuk mengosongkan pikiran dan perasaan.

Meditasi dilakukan pada  pukul 17.50 WIB. Dalam sekejap suasana di komplek kawasan candi Borobudur menjadi hening. Sebab, para umat Budha yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua turut membenam diri dalam meditasi.

Meditasi yang berlangsung sekitar 10 menit dan selesai pada pukul 18.08 WIB, diakhiri dengan pemukulan gong dan lonceng oleh bhikkhu.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak 2555 BE, Hartati Murdaya, mengatakan bahwa dengan perayaaan Tri Suci Waisak mengingatkan kepada Sang Budha yang memberikan suri tauladan, meningkatkan kerukunan dan rasa kebersamaan antar cabang sangha.

Selain itu, dengan perayaan Waisak pihaknya mendukung supaya pemerintah diharapkan lebih memperhatikan candi Borobudur sebagai wisata religi umat Buddha di Indonesia.

"Dengan demikian bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal," kata Hartati, dalam sambutan sebelum detik-detik Waisak berlangsung.

Sedangkan Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Budi Setiawan, mengatakan ajaran Buddha berdasar pada hati dan pikiran agar manusia hidup bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Melalui Waisak menumbuhkankembangkan  kedamaian dalam diri sendiri. Sehingga tercipta ksejahteraan,” ujarnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar