Pram: Indikasi Pemerasan di "Video Mesum DPR"

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/01/22/63835_pramono_anung_300_225.jpg
VIVAnews -- Setelah skandal video mesum mantan anggota DPR Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva, insiden Arifinto kepergok melihat tayangan porno, kembali DPR digegerkan rekaman adegan tak senonoh yang diduga melibatkan politisi.

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pramono Anung menyatakan, kasus video porno tersebut hingga kini masih ditangani oleh Badan Kehormatan DPR.
Pram berpendapat, selain mencari tahu benarkah ada politisi yang diduga terlibat, juga penting untuk mencari tahu motif di balik beredarnya video tersebut. "Itu sudah masuk dalam ranah BK. Tentu kita juga harus menghargai sepenuhnya hak BK untuk menindaklanjuti itu. Tetapi tentu motif dan latar belakang yang mendasari beredarnya itu juga harus dilihat," ujar Pram di DPR RI, Jakarta, Selasa 1 Mei 2012.

Pram menilai bahwa pihak yang sengaja memunculkan video porno tersebut mempunyai maksud melakukan semacam pemerasan terhadap "pemerannya". "Saya melihat yang paling utama sebenarnya ada semacam pemerasan kepada orang-orang yang disebut dalam kasus itu. Jadi tidak murni," kata Pram.

Selain BK, kepolisian menyatakan diri akan menyelidiki kasus beredarnya video mesum mirip anggota DPR RI. Penyebar pertama diancam bui.

Sementara, bantahan demi bantahan muncul dari pihak-pihak yang diduga terkait. Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima membantah keras dirinya sebagai pemeran pria dalam video mesum "anggota DPR." Aria akan menuntut situs yang pertamakali menyebar video ini dan menyeret namanya. "Yang saya tuntut itu, kilikitik.net," kata Aria Bima di gedung DPR, Jakarta, Rabu 25 April 2012.

Bantahan juga datang dari Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, yang putrinya KMN disebut-sebut sebagai pemeran perempuan. (sj)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar