"Pembubaran Diskusi Salihara Langgar UUD 45"

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/04/153830_irshad-manji--penulis-buku--allah--liberty-and-love-_300_225.JPG
VIVAnews - Diskusi peluncuran buku di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dibubarkan paksa oleh polisi, Jumat 4 Mei 2012.

Menurut pihak kepolisian, selain tidak memiliki izin, pembubaran dilakukan untuk menghindari aksi kekerasan oleh ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat.

Komunitas Salihara, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, ELSAM, LBH Jakarta, KontraS, Jaringan Islam Liberal, AJI Jakarta, Suara Perempuan Indonesia, Perkumpulan Ekitas Indonesia, Perempuan Mahardika menyampaikan keprihatinannya.

Mereka menyesali pembubaran paksa yang dilakukan pihak kepolisian, hanya karena ada segelintir orang yang tidak menghendaki diskusi berlangsung.

"Kami mengutuk tindakan polisi, dalam hal ini Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Andri Desas Puryanto yang membubarkan paksa acara diskusi," dalam keterangan bersama organisasi tersebut, Sabtu 5 Mei 2012.

Cara polisi membubarkan dinilai bermasalah dan cenderung menebar ancaman. Polisi tidak menangkap massa yang masuk dan mencoba mengganggu diskusi, justru tindakan yang diambil polisi adalah mengakomodir tuntutan massa dan meneruskan aspirasinya untuk membubarkan diskusi.

"Menyesalkan cara polisi membubarkan diskusi yang mengancam tidak akan memberi perlindungan keamanan jika diskusi masih  berlangsung."

Alasan polisi yang menyatakan bahwa diskusi tersebut ilegal, dinilai telah melanggar hak asasi manusia untuk memperoleh informasi, berkumpul dan berpendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Acara yang dibubarkan polisi itu adalah kuliah umum dan peluncuran buku "Iman, Cinta dan Kebebasan" oleh tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji.

Penulis buku, Irshad Manji, langsung dievakuasi oleh kepolisian untuk menghindari amuk massa. Peserta diskusi, di antaranya pendiri Tempo Goenawan Mohamad dan Ketua Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat sekaligus petinggi Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdala, juga turut dievakuasi.

Manji adalah tokoh feminis Islam asal Kanada yang disebut oleh koran The New York Times sebagai "mimpi terburuk Osama bin Laden." Wanita 44 tahun kelahiran Uganda ini menuai kontroversi lantaran pemikirannya soal interpretasi baru Islam yang dia sebut "Islam Reformasi."

Wanita ini mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Alquran memiliki banyak interpretasi yang mendorong umatnya untuk berpikir kritis, dan tidak asal terima. Manji mendukung penghormatan pada wanita, toleransi terhadap kaum homoseksual dan pernikahan beda agama. (umi)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar