Kekayaan ASEAN, China, India Gusur AS & Eropa

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/08/108522_kota-shanghai_300_225.jpgVIVAnews - Kekayaan negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN), China, dan India diyakini bakal melampaui negara Amerika Serikat dan Eropa. Kondisi ini hanya bisa terjadi jika negara-negara tersebut bisa menangani tantangan dan mengurangi risiko.

Prediksi tersebut disampaikan Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Asian Development Bank Institute (ADBI) dalam laporan terbarunya bertajuk ASEAN, the PRC, and India: The Great Transformation yang diterima VIVAnews.com, Rabu, 2 Mei 2012.

"Kawasan regional dan negara-negara ini berada dalam jalur yang benar untuk meningkatkan kualitas hidup warganya yang mendekati setengah dari populasi dunia pada 2030," kata Presiden ADB, Haruhiko Kuroda.

Kuroda mengatakan, pada 2030, China bakal menggapai status negara dengan pendapatan tinggi. Sementara itu, negara ASEAN dan India akan berada di belakangnya. "Ketiganya akan menjadi rumah bagi konsumen, produsen, investor, dan perusahaan pembiayaan dunia," katanya.

Dalam laporan tersebut, ADB dan ADBI juga mengingatkan tiga kawasan ekonomi ini harus terus meningkatkan pasar domestik serta institusi mereka untuk mempertahankan pembangunan berkelanjutan. Tanpa pertumbuhan inklusif, pendapatan yang makin melebar dan ketimpangan sosial justru akan mengganggu stabilitas negaranya.

Kedua lembaga internasional itu juga mengusulkan agar ketiga kawasan tersebut terus meningkatkan produktivitas lewat inovasi dan teknologi baru, mempertahankan pengetahuan berbasis ekonomi, membangun konektivitas, serta mereformasi dan membangun sektor keuangan.

Langkah lain adalah memperkuat keterbukaan, akuntabilitas, efektivitas institusi, serta memberantas aksi korupsi agar pertumbuhan inklusif dan kualitas hidup semakin membaik. (art)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar