Gua Ziarah Umat Katolik Disatroni Massa

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/12/16/136450_patung-bunda-maria-di-gua-maria--karanganyar--dirusak_300_225.jpg

VIVAnews - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menghentikan sementara pembangunan sebuah gua yang akan dijadikan tempat ibadah dan ziarah umat Katolik di wilayah kecamatan Gedangsari. Penghentian ini setelah sekelompok massa menyatroni lokasi itu.

Untuk menjaga ketenangan daerah tersebut, polisi menurunkan 500 personel Kepolisian Polres Gunungkidul. Kemudian Nahdlatul Ulama menurunkan pasukan Banser menjaga lokasi yang akan dibangun tempat ziarah tersebut.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Budi Martono, mengatakan upaya penghentian ini dilakukan agar proses pembuatan tempat ibadah dilalui sesuai dengan prosedur yang berlaku. Untuk itu, semua proses bisa diselesaikan lebih dulu sehingga tidak memicu ketegangan sosial. Sebab, lanjut dia, persoalan ketegangan yang terjadi di sekitar Desa Sampang, Gedangsari, lebih dipicu karena prosedur yang kurang pas dilaksanakan.

''Jadi kami menghentikan dulu proses pengerjaannya. Nanti kami koordinasi dan kita cari jalan tengah yang baik,'' katanya, Senin 7 Mei 2012.

Untuk membahas gua yang akan dijadikan tempat ibadah itu, pemkab akan segera melakukan rapat internal yang melibatkan forum pimpinan daerah serta Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB). Menurutnya persoalan yang harus segera diselesaikan.

''Kami berharap mudah mudahan tidak ada politisasi, sehingga semua menjadi lancar dan warga hidup tenteram,'' lanjutnya.

Sementara, ribuan orang berusaha merangsek barikade kepolisian yang menutup jalan menuju goa yang kini mulai dibangun sebagai tempat ibadah. Kapolres Gunungkidul AKBP Ihsan Amin yang memimpin langsung pengamanan berharap tidak ada ketegangan di masyarakat berkaitan dengan pembangunan tempat ibadah.

”Sudah ada aturan mengenai pembangunan tempat ibadah. Jadi saya yakin warga masih bisa diajak musyawarah,'' ujarnya.

Untuk melakukan pengamanan, sedikitnya 500 personel kepolisian dilibatkan di desa yang berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah tersebut. Pengamanan ini pihak kepolisian yang juga dibantu Banser.

''Alhamdulillah ini lancar dan kami akan mengunggu proses mediasi dari pemkab. Karena ini tanggungjawab bersama. Kami di sini mengamankan. Jadi Pemkab yang pegang kendali mediasi bersama FKUB,'' ujarnya.

Sebelumnya, panitia pembangunan tempat peribadatan tersebut datang ke DPRD Gunungkidul. Mereka menyampaikan penjelasan mengenai bukti-bukti menyangkut perizinan hingga proses hibah. Semua sudah disampaikan dengan jelas termasuk sebidang tanah sampai dengan masalah pengalihan hak dari pemilik tanah Ny Gito Suwarno warga Desa Sampang, Gedangsari.

Namun demikian, diakui hingga saat ini masih belum ada izin mendirikan bangunan (IMB). Oleh karena itu, pembangunan gua yang sedianya untuk tempat ibadah tersebut untuk sementara dihentikan pembangunannya. (adi)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar