Gejala-gejala Buta Glaukoma yang Sering Diabaikan

Bookmark and Share
http://images.detik.com/content/2011/05/19/763/mata3-ts-dlm.jpg 
Jakarta, Jalan sering kesandung, jatuh dan sering nabrak adalah gejala-gejala glaukoma yang sering diabaikan hingga akhirnya dapat menyebabkan kebutaan permanen. Gejalanya yang tak banyak disadari membuat penyakit ini mendapat julukan 'si pencuri penglihatan'.

"Glaukoma tidak mempengaruhi gelap terang penglihatan (seperti halnya katarak atau mata minus) tapi mempengaruhi lapang pandangan. Jadi orang glaukoma tidak menyadarinya, mereka tetap bisa baca, bisa lihat terang, tapi lapang pandangannya semakin sempit. Makanya disebut 'si pencuri penglihatan," jelas Dr Surya Utama, SpM, Spesialis Mata dari Eka Hospital Pekanbaru, disela-sela acara Clients Gathering Eka Hospital di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Glaukoma adalah salah satu kondisi kerusakan saraf mata yang disertai dengan berkurangnya lapangan pandang, hal ini terkait dengan beberapa faktor yang salah satunya akibat tekanan bola mata yang tinggi.

Menurut Dr Surya, tekanan bola mata yang normal adalah sekitar 10-20 mmHg, jika tekanan bola matanya melebihi batas tersebut atau diatas 30-40 mmHg maka berisiko terkena glaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen.

"Orang yang mengalami glaukoma lapang pandangannya semakin lama akan semakin sempit, jadi seperti orang lihat pakai teropong. Ya seperti pakai kacamata kuda," lanjut Dr Surya yang merampungkan pendidikan dokternya di FK Universitas Brawijaya.

Dr Surya menjelaskan karena banyak yang tidak menyadari gejala glaukoma, diperlukan deteksi dini untuk dapat mencegah terjadinya kebutaan secara permanen.

"Glaukoma merupakan penyebab kebutaan yang tinggi di dunia, tidak hanya di Indonesia. Untuk itu perlu adanya deteksi dini untuk mencegah terjadinya kebutaan," jelas Dr Surya.

Badan kesehatan dunia (WHO) menuturkan sebanyak 90 persen kasus glaukoma di negara berkembang tidak terdeteksi. Hal ini disebabkan deteksi untuk penyakit glaukoma cukup sulit dan membutuhkan peran aktif dari masyarakat serta dukungan dari pelayanan kesehatan dan pemerintah.

Berikut beberapa gejala-gejala glaukoma yang sering diabaikan seperti disampaikan Dr Surya:

  1. Jalan sering nabrak-nabrak
  2. Sering kesandung
  3. Tetap bisa melihat secara terang tetapi lapang pandangan menjadi sempit sehingga tidak bisa melihat kanan-kiri atau atas-bawah
  4. Penglihatan yang sempit membuat penderitanya seperti mengenakan kacamata kuda, jika sudah parah bahkan seperti melihat menggunakan teropong.

Apa penyebab glaukoma?

"Penyebab terbesar adalah kelainan anatomi, termasuk cacat bawaan (sejak lahir) atau komplikasi dari penyakit mata atau operasi mata," lanjut Dr Surya.

Secara lengkap Dr Surya juga menyampaikan penyebab lain glaukoma, yaitu:
  1. Keturunan (genetis) yang berperan 30-40 persen
  2. Kelainan anatomi, karena sudut mata terlalu sempit sehingga tekanan mata menjadi tinggi.
  3. Trauma
  4. Usia
  5. Komplikasi operasi di mata.

"Bayi juga bisa kena glaukoma yang disebut buphthalmos (glaukoma pada bayi). Hal ini biasanya karena adanya kelainan anatomi yang dibawa sejak lahir karena sudut matanya sempit," jelas Dr Surya.

Meski dapat menyebabkan kebutaan pada kasus yang terlambat ditangani, namun Dr Surya mengatakan bahwa pada banyak kasus glaukoma bisa disembuhkan, antara lain dengan menggunakan laser, operasi saluran mata baru atau pemasangan alat implan.
sumber : health.detik.com

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar