Di Asia Pasifik, RI Pengguna Pertama SSJ-100

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/09/154346_sukhoi-superjet-100_300_225.jpg

VIVAnews - Indonesia merupakan negara pertama di Asia Pasifik yang menggunakan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor. Pesawat tersebut dibeli oleh perusahaan PT Sky Aviation.

Hal tersebut diketahui dari keterangan tertulis penandatanganan pembelian 12 unit pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) pada 16 Agustus 2011.

Seperti dikutip dari situs www.sky-aviation.co.id, penandatanganan kontrak tersebut dihadiri oleh Presiden SCAC Vladimir Prisyazhnyuk dan Komisaris PT Sky Aviation, Yusuf Ardhi, serta Chief Executive Officer (CEO) Sky Aviation, Krisman Tarigan. Penandatanganan dilakukan dalam ajang pameran MAKS Air Show 2011 di Zhukovsky, tak jauh dari Moskow, Rusia.

Keterangan tertulis perusahaan juga menyebutkan, pejabat pemerintah yang hadir dalam penandatanganan tersebut adalah Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti.

Yusuf Ardhi dalam keterangan tertulis itu mengatakan, pesawat Sukhoi Superjet 100 bakal menyediakan alat transportasi udara yang nyaman bagi Indonesia. "Dengan tambahan armada baru, SKY Aviation bisa menerapkan visi "Fly in Every Sky" di Indonesia," katanya kala itu.

Sementara itu, Karisman mengatakan, Sukhoi Superjet 100 dianggap sebagai pilihan yang tepat bagi Sky Aviation untuk mengisi kekosongan dalam pangsa pasar transportasi udara di Indonesia.

Dalam penandatanganan itu juga disepakati, SCAC bakal menjamin pasokan suku cadang yang pada akhirnya menjamin ketahanan serta keselamatan pesawat sipil tersebut.

Hingga saat ini, belum ada kabar soal keberadaan pesawat Sukhoi tersebut. Pesawat hilang kontak pada koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 BSN, setelah lepas landas dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur sekitar pukul 15.00 WIB. (art)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar