Bentrok Solo, Pimpinan Preman Jadi Tersangka

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/04/153816_bentrokan-laskar-militan-vs-warga-di-solo_300_225.jpg
VIVAnews - Bentrok antara dua kubu yang berlangsung dua hari di Solo mencederai dua orang, salah satunya luka berat. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya adalah pimpinan kelompok preman di Solo.

Menurut juru bicara Polresta Solo, Ajun Komisaris Polisi Sisraniwati, kepada VIVAnews, Jumat 4 Mei 2012, dua orang yang ditangkap bernama Iwan Walet dan Mardi. Keduanya saat ini tengah ditahan dan diselidiki terkait dugaan pengeroyokan terhadap anggota laskar militan.

"Iwan Walet dan Mardi telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami juga telah mengamankan para saksi," kata Sisraniwati.

Seorang warga Solo berinisial AU kepada VIVAnews mengatakan, Iwan Walet adalah pemimpin kelompok preman yang dikenal dengan nama Walet Merah. Laskar militan yang bentrok dengan kelompok Walet adalah Laskar Amal Ma'ruf Nahi Munkar.

"Bukan Laskar Jihad bentukan Ja'far Umar Thalib, tapi ini pengikut Yusuf Qurdowi yang mati ditembak Densus 88," kata AU.
Pernyataan AU ini dibenarkan oleh Sisraniwati. "Iya benar, mereka ini adalah sempalan-sempalan Qurdowi," kata Sisraniwati.

Kelompok laskar dan geng Walet Merah ini sering terlibat bentrok. Menurut AU, hampir setiap malam Minggu terjadi bentrok antara kedua kubu. Laskar, ujarnya, mendapat perlawanan ketika melarang para pemuda untuk mabuk-mabukan.

"Anggota laskar umumnya setiap malam Minggu keliling Solo untuk memberikan nasihat bagi anak-anak muda yang minum-minuman keras. Aktivitas ini sudah dijalani sejak lama," ujar dia.

Walet Merah, dia menambahkan, adalah satu dari banyak geng preman di Solo. Kebanyakan dari mereka menjaga perparkiran dengan beking orang-orang besar. "Preman-preman di Solo banyak, yang paling besar adalah Gondhez, DMC, WAM, dan Sultan," tuturnya. (art)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar