Warga Dunia Diminta Puasa pada Hari Senin

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/11/12/79657_jacques_diouf_300_225.jpg

VIVAnews - Direktur Jenderal Badan PBB Urusan Pangan (FAO), Jacques Diouf, mengajak para pemimpin negara dan seluruh warga dunia untuk berpuasa selama 24 jam bertepatan dengan pertemuan internasional mengenai kelaparan. Pertemuan itu akan berlangsung Senin, 15 November 2009, di Roma, Italia.

Pertemuan akan berlangsung selama tiga hari dan dihadiri 60 pemimpin negara dari seluruh dunia, termasuk pemimpin Gereja Katolik, Paus Benekditus XVI.

Diouf pun bertekad akan mulai berpuasa mulai Sabtu pagi hingga hari pertama pertemua. FAO akan meluncurkan pernyataan elektronik di situs internetnya beserta video yang memperingatkan pengunjung bahwa setiap enam detik seorang anak tewas akibat kelaparan.

UNICEF merilis laporan bahwa hampir 200 juta anak diseluruh dunia dibawah 5 tahun terancam berhenti pertumbuhannya akibat kekurangan nutrisi dalam makanan mereka. Dalam pernyataannya awal tahun ini memperlihatkan kelaparan terjadi pada 1,02 miliar orang di seluruh dunia . Dengan kata lain, satu diantara enam orang kelaparan akibat kemiskinan, harga pangan yang mahal, bencana dan perang.

Harapannya pertemuan akan menghasilkan sebuah strategi baru dalam memerangi kemiskinan, meningkatkan investasi pertanian dan pembangunan di negara miskin.

Dalam jangka panjang program pengurangan kelaparan bertujuan mengurangi bantuan luar negeri dan investasi swasta pada pertanian yang berlaku sejak 1980-an. 'Negara seperti Brazil, Nigeria dan Vietnam telah menginvestasikan anggaran bagi petani kecil di pedesaan untuk mengurangi kelaparan," ungkap Diouf. Diouf menambahkan, hingga 2015, 31 negara diharapkan mengurangi jumlah angka kelaparan di negara mereka

"Mengurangi kelaparan bukan hanya mimpi. Peperangan ini dapat kita menangkan," kata Diouf.

FAO melaporkan, kebutuhan pangan dunia harus naik 70 persen untuk memenuhi kebutuhan 9,1 miliar penduduk pada 2050. Agar tercapai, negara miskin membutuhkan US$ 44 miliar bantuan pertanian pertahun dibandingkan saat ini US$7,9 miliar. Investasi diperlukan untuk sistem irigasi, mesin modern, bibit, pupuk dan membangun infrastruktur jalan bagi petani.

Namun ada juga yang tak setuju mengenai pengurangan kelaparan. Philip Stevens, pengamat dari Jaringan Kebijakan International mengatakan tujuan itu tidak realistik dan tidak sesuai tujuan FAO.

"Tidak realistis menempatkan malnutrisi sebagai tujuan dalam skema PBB," katanya. "Program UNICEF adalah meningkatkan nutrisi sebagai bagian pertumbuhan ekonomi yang bukan strategi PBB," lanjut Stevens. (AP)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar