Tembok Stadion Ambruk Timpa Delapan Mobil

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/14/1247035620X310.jpg
SEMARANG, KOMPAS.com — Tembok Stadion Diponegoro yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, ambruk dan menimpa mobil yang dalam kondisi diparkir. Akibatnya, delapan mobil mengalami rusak parah di bagian depan. Mobil yang mengalami kerusakan antara lain Honda Jazz, dua Toyota Kijang, mobil bak terbuka, Suzuki Carry, Daihatsu Xenia, Isuzu Panther, dan Suzuki Karimun Estillo.

Ambruknya tembok, dengan panjang 16 meter, tinggi sekitar 3 meter, dan tebal sekitar 0,5 meter (50 cm) di sisi bagian barat stadion itu, terjadi sekitar pukul 10.00. Hampir kaca depan di semua mobil remuk akibat reruntuhan tembok. Suasana stadion saat itu sedang ramai karena ada pertandingan sepak bola Aqua Danone Nations Cup.

Salah satu saksi mata, Yoto (40), mengaku kaget dengan ambruknya tembok stadion milik Kodam IV-Diponegoro ini secara tiba-tiba. Ia bersama tiga rekannya saat itu baru memarkirkan mobil dan menurunkan barang berupa minuman ringan yang akan dijual di tempat tersebut. "Hanya hitungan detik, tembok itu ambruk. Suaranya yang keras membuat kami kaget. Pikir saya, ada gempa," ujar pria yang mengalami luka ringan di bagian punggung dan lengan kiri ini.

Mobil bak terbuka yang dibawanya untuk mengangkut barang itu sempat mundur karena terdorong bongkahan tembok yang runtuh. Meski begitu, ia mengaku bersyukur hanya mengalami luka kecil. "Saat itu saya yang di atas mobil mau menurunkan barang. Untung tidak terkena kepala, jadi hanya luka sedikit," tambahnya.

Suara keras dari reruntuhan tembok kemudian membuat orang di dalam stadion berhamburan keluar. Adapun pertandingan sepak bola untuk anak usia 12 tahun yang tengah diselenggarakan sempat dihentikan beberapa saat.

"Saya hanya berharap ada ganti rugi atas kejadian ini. Saya sangat kaget setelah keluar melihat mobil saya parah begini," ungkap Gatot (45), Pelatih Sekolah Sepak Bola Bintang Muda Pati, sekaligus pemilik mobil Suzuki Carry yang terkena reruntuhan tembok. Ia juga berharap pihak pengelola stadion memerhatikan usia tembok yang memang sudah tua dan harus direnovasi agar tidak membahayakan sehingga kejadian ini tidak terulang lagi.

Kejadian tersebut saat ini tengah ditangani pihak kepolisian. Adapun para pemilik mobil kemudian diajak musyawarah dengan pengelola stadion dan panitia acara terkait ganti rugi. Ambruknya tembok diperkirakan terjadi karena usia bangunan yang memang sudah tua serta rapuh dan mengalami sejumlah keretakan.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar