Selamatkan Bumi Jangan Hanya di Atas Kertas

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20110503_Selamatkan_Bumi_.jpg

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengingatkan menyelamatkan bumi dengan penghijauan jangan hanya di atas kertas dan menjadi kerangka ilmiah. Harus diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.

Jaang mengatakan hal ini dalam pertemuan dengan mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul) di Balaikota, Selasa (3/4/2012).
Dodig Pratama, mahasiswa teknik lingkungan, mengatakan audiensi dengan walikota yang dilaksanakan merupakan tahap awal dari berbagai kegiatan yang rencananya akan dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni mendatang.

"Kami sangat senang Pak wali merespon dan bahkan akan mendukung kegiatan kita ini," kata Dodig.

Dalam audiensi awal tersebut, Walikota juga mengaku sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang akan dilakukan mahasiswa Teknik Lingkungan yang mengambil tema "Inovasi Ciptakan Hijau Bumiku".

"Fenomena kerusakan lingkungan ini harus diantisipasi dengan baik. Jika tidak, bakal jadi ancaman. Bisa berupa rawan pangan, wabah penyakit, banjir, longsor bahkan bumi bisa menjadi tempat tidak layak huni," kata Jaang.

Menurut Jaang, alam dan lingkungan hidup beserta isinya, selama jutaan tahun telah menjadi sumber kebutuhan utama mahkluk hidup untuk hidup, baik hewan, tumbuhan, maupun manusia, khususnya sebagai penyedia oksigen, makanan dan kebutuhan lainnya yang memungkinkan kehidupan berlangsung berkelanjutan. Namun, seringkali pemahaman tentang konsep ini tidak dibarengi dengan tindakan nyata untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Desakan kebutuhan dasar hidup manusia lanjutnya, justru rentan menjadi penyebab pengerusakan lingkungan dan mengakibatkan ruang terbuka hijau sebagai penopang sistem kehidupan berkurang, baik nilai dan fungsinya dalam menata siklus air, wadah penampung keaneka ragaman hayati maupun dalam memitigasi perubahan iklim.

"Upaya penyelamatan lingkungan perlu diawali dengan menata, meningkatkan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Perjuangan tidak mudah, perlu penanganan yang bersifat revolusioner, serentak, massal dan seketika pula. Maksudnya, agar pemeliharaan lingkungan dengan tingkat pengrusakannya bisa berjalan baik dan paralel. Setiap individu harus memiliki komitmen sama untuk memelihara RTH dengan tegakan pohon didalamnya tanpa toleransi pengrusakan atau pengurangan kualitas dan kuantitasnya," katanya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar