Ingat Warga Kelaparan, Sekjen PBB Berpuasa

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/11/17/80013_ban_ki_moon_300_225.jpg

VIVAnews - Jelang dimulainya Konfrensi Tingkat Tinggi PBB mengenai Ketahanan Pangan di Roma, Italia, Senin 16 November 2009, para petinggi Perserikatan Bangsa-bangsa - Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon dan Direktur Jenderal Badan Pangan Dunia (FAO), Jacques Diouf - melakukan puasa. Bagi mereka, pantang makan dan minum selama 24 jam ternyata tak mudah.

Aksi berpuasa itu merupakan keprihatinan mereka secara simbolis atas masih banyaknya warga dunia yang menderita kelaparan. Tahun ini, jumlahnya mencapai lebih dari satu miliar jiwa.

Diouf sudah berpuasa selama 24 jam sejak Sabtu malam. Dia mengaku tantangan utama berpuasa adalah badannya merasa kedinginan, apalagi saat berada di ruang yang ber-AC. Namun, dia merasa cukup nyaman saat tidur.

Bertekad merasakan apa yang dialami lebih dari satu miliar warga dunia, Diouf menjauh sejenak dari makan malamnya. Sejak pukul 08.00 pada hari Sabtu, dia lebih banyak tidur.

"Tidur saya cukup nyenyak. Saya hanya kedinginan," kata Diouf. Maklum, malam saat ia berpuasa, suhu udara di ibukota Italia itu menurun hingga 46 derajat fahrenheit (sekitar 7,7 derajat Celcius).

Bagi Diouf, puasa sejak Sabtu malam merupakan bentuk solidaritas terhadap lebih dari satu miliar penduduk dunia yang kekurangan makan. Dia juga berharap meningkatkan kesadaran warga dunia akan bahaya kelaparan.

Namun yang terpenting, Para pemimpin dunia turut serta melakukan upaya pengurangan kelaparan. Dalam pernyataannya Diouf juga menganjurkan seluruh warga dunia dan pemimpin di seluruh dunia untuk ikut berpuasa.

Dirinya juga berharap, dengan turut merasakan keadaaan sebagian warga dunia, para pemimpin dunia akan turut serta meningkatkan dana sosial untuk pengembangan pertanian.

"Kita memiliki kemampuan teknis dan sumber daya untuk mengurangi kemiskinan. Namun kebijakan politik sangat penting untuk mempengaruhi masyarakat," katanya.

Jacques Diouf

Direktur Jenderal FAO, Jacques Diouf. (AP Photo)

Langkah Diouf juga diikuti Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dan Walikota Roma, Gianni Alemanno.

Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, menyatakan Ban mulai berpuasa dalam perjalanan ke Italia sejak Sabtu. Rasa lapar menurut Ban sangat tidak enak. “Berpuasa tidak menyenangkan,” kata Ban mengakui.

Namun Ban juga menambahkan “Tugas kita tidak hanya memberi makan bagi yang lapar tetapi juga memberikan kekuatan agar warga yang lapar memiliki kemampuan untuk memberi makan diri mereka sendiri," katanya. Sehingga Ban menyatakan perlu sebuah upaya komprehensif mengatasi bahaya kelaparan global. (AP)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar