Daripada Bertemu Presiden, Sebagian Buruh Pilih Aksi Demo

Bookmark and Share

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/21/1409394p.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2012, sebagian buruh dan pekerja lebih memilih aksi demo untuk menuntut pemerintah dan pengusaha memenuhi kesejahteraan buruh. Mereka meiliki itu daripada bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hanya untuk acara seremonial.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, kepada Kompas, Senin (16/4/2012) malam.

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan, pada acara Hari Buruh Presiden Yudhoyono akan menemui buruh. Namun, Julian tak merinci di mana dan di acara apa para buruh akan ditemui Presiden.

"Rencana Presiden itu seremonial biasa, dan hanya formalitas seperti yang dulu-dulu, yaitu Presiden menemui buruh di pabrik mobil di Bekasi atau tempat lainnya. Kami tidak akan ikut, kami lebih memilih aksi damai untuk menuntut pemenuhan hak-hak dan kesejahteraan para buruh dan pekerja," ucap Said, yang diundang tiga kali acara Presiden, tetapi tak pernah mau datang.

Menurut Said, pada Hari Buruh, tiga konfederasi, yaitu KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi serikat Buruh Sejahtera (KSBSI), akan melakukan longmarch.

"Pagi hari, kami akan berjalan dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka. Siangnya, kami berjalan lagi dari Istana Merdeka menuju Gelora Bung Karno. Di situ, kami bikin acara Buruh Fiesta. Jumlah pesertanya sudah confirmed sekitar 100.000 orang buruh, dan pekerja dari tiga konfederasi dan federasi serikat pekerja lainnya," jelas Said.

Said mengaku di acara Buruh Fiesta, akan ada Manifesto Buruh Indonesia, yang intinya bagaimana memenuhi hak-hak buruh dan kesejahteraannya dapat dipenuhi.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar