Dahlan Iskan Tantang Mahasiswa Ubah Sagu Jadi Beras

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/29/0622573620X310.jpg
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/29/0622573620X310.jpg

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menantang mahasiswa dari berbagai universitas untuk melakukan penelitian yang bisa mengubah sagu menjadi beras.

Hal tersebut disampaikan Dahlan Iskan saat menjadi pembicara utama dalam System Expo 2012 IPB, di Bogor, Kamis (5/4/2012).

Dahlan mengatakan, beras sintetis dari tepung sagu ini dari segi rasa, bentuk dan aromanya harus mirip dengan beras. Untuk itu perlu diciptakan teknologi yang dapat menjadikan tepung sagu mirip seperti beras.

"Kalau ada 1 juta ton beras sintetis dari Papua ini tidak saja bisa menopang kekurangan beras tetapi juga memperbaiki logistik kita," kata Dahlan.

Tantangan tersebut seiring dengan pembangunan pabrik sagu terbesar di Sorong, Papua. Jika kelak sagu bisa diubah menjadi beras sintentis diharapkan dapat menopang kekurangan beras yang ada saat ini.

"Tahun ini kita bangun pabriknya, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai menghasilkan. Untuk bisa menopang ketersediaan beras tadi, sagu akan diubah bidangnya tidak dalam bentuk tepung tapi dalam bentuk butiran-butiran beras, anggap saja beras sintetis yang bahan bakunya sagu," katanya.

Dahlan menyebutkan, jika bisa diproduksi 1 juta ton beras sintetis dari pabrik sagu yang dibangun di Sorong Selatan, kapal-kapal yang melakukan pengiriman bahan pangan dari wilayah Jawa ke Timur Indonesia tidak akan kosong lagi.

Selama ini, mekanisme yang terjadi kapal-kapal pengiriman dari Jawa mengirimkan barang-barang kebutuhan ke wilayah Timur Indonesia dalam keadaan penuh muatan. Namun, setelah kembali dari kawasan Timur, kapal-kapal ini kosong karena tidak ada barang yang bisa dibawa.

Kapal yang berangkat kosong ini harus dibayar. Dan biaya pembayaran ini diambil dari barang yang dikirim. Inilah yang membuat harga barang di kawasan Timur Indonesia menjadi lebih mahal akibat ongkos kirim.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar