Bertemanlah Dengan Sampah

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Wilbur_Tukang-Sampah.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Deputi IV Kementrian Lingkungan Hidup, Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Kementrian Lingkungan Hidup, Masnellyarti menuturkan, prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan harus diawali dengan perubahan cara memandang. Termasuk, cara memperlakukan sampah dengan baik.

Dalam siaran persnya yang diterima Tribun, Sabtu (14/4/2012), dijelaskan, saatnya warga Indonesia memandang sampah, sebagai barang yang mempunyai nilai guna dan manfaat, sehingga tidak layak dibuang percuma.

"Dalam dekade terakhir ini, permasalahan lingkungan hidup serta laju kerusakan dan pencemaran lingkungan semakin hari, semakin meningkat," katanya.

Persoalan lingkungan diantaranya adalah pengelolaan sampah, karena menyangkut masyarakat luas. Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan dampak yang serius.

"Keseriusan merupakan kunci utama terhadap keberhasilan kita dalam permasalahan sampah," ujarnya.

Pelaksanaan Bank Sampah dan Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), adalah langkah nyata untuk membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah.

Konsep Bank Sampah, menurutnya bisa menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi kerakyatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa masyarakat harus bisa membina kesadaran kolektif, untuk mulai mengelola sampah sedekat mungkin dari sumbernya, sehingga pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru masyarakat di Indonesia.

Bank sampah adalah strategi dalam membangun kepedulian masyarakat agar dapat 'berkawan' dengan sampah, untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

"Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat," terangnya.

Sebagai ilustrasi, sebuah bank sampah dengan nasabah kurang lebih 500 jiwa, dapat mempunyai keuntungan antara 5 - 10 Juta perbulan dan memiliki omset sebesar 150 - 200 juta rupiah. Nilai ekonomi yang tercipta ini merupakan dampak positif dari pelaksanaan bank sampah.

"Nilai ekonomi yang tercipta ini merupakan dampak positif dari pelaksanaan bank sampah," tandasnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar