1 Mahasiswa Tewas, 1 Oknum TNI Dipanah Geng Motor

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2010/08/12/0752128p.jpg
MAKASSAR, KOMPAS.com - Ulah geng motor di Kota Makassar sudah sangat meresahkan warga. Selain ugal-ugalan di jalanan, geng motor juga sering bertindak anarkistis. Bahkan, seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Ibrahim (22) warga Jalan Bontomene tewas dan seorang anggota TNI terluka karena panah.

Hingga kini, polisi telah menahan 12 anggota geng motor yakni Rizal (25), Asrul (12), Ansar (15), Adnan (17), Andana (16), Agus (18), Syukur, Ika Sunarti, Syahrul, Dedy, Afri dan seorang anak berinisial T (11). Kedua belas anggota geng motor ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah di tahan di Markas Polrestabes Makassar.

Mereka dituduh melakukan penganiayaan terhadap korban, Minggu dinihari. Saat itu korban yang merupakan mahasiswa Fakultas Olahraga UNM ini hendak pulang ke rumahnya usai mengikuti acara pelantikan Satuan Siswa dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Sulawesi Selatan di Hotel Horison Jalan Jendral Sudirman.

Ketika melintas di Jalan Sungai Saddang, geng motor tersinggung dengan korban yang telah menyalip konvoinya. Korban pun langsung dihadang dan dikeroyok dengan menggunakan batu dan balok kayu. Akibatnya, korban mengalami pendarahan di kepala. Bahkan, geng motor pun melepaskan anak panah yang mengenai punggung korban.

Di tempat terpisah, seorang anggota TNI juga diserang geng motor di pertigaan Jalan Veteran Selatan dan Jalan Sultan Alauddin, Minggu sekitar pukul 04.00 Wita. Anggota TNI tersebut bernama Serda Sugianto yang bertugas sebagai Bantuan Bimbingan Masyarakat (Babinsa) Kodim 1408/BS Makassar. Serda Sugianto dipanah geng motor saat melintas di lokasi kejadian yang dijadikan arena balap liar. Akibatnya, korban tertembus anak panah di punggung.

Hingga kini, pelaku pemanah anggota TNI belum diketahui dan masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Pol Erwin Trianti mengatakan, polisi telah menetapkan 12 tersangka dalam kasus tewasnya mahasiswa UNM ditangan geng motor. Dari 12 tersangka, lima dilepaskan karena tidak cukup umur.

"Kelima tersangka kita jadi saksi, sebab masih di bawah umur dan tidak bisa melakukan penahanan. Tapi kita sudah serahkan ke orang tuanya untuk dibina,"ujar Erwin.

Sementara itu, lanjut Erwin, pelaku pemanah anggota TNI masih diselidiki. Menurutnya, semuanya akan terungkap setelah pemeriksaan saksi-saksi. "Kasus ini masih kita selidiki," jawabnya singkat.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar