Terjebak Kelezatan Soto Ranjau Legendaris Haji Choirul

Bookmark and Share
http://images.detik.com/content/2012/02/29/289/slsotoranjauctt.jpg
Jakarta - Dari namanya, Soto Ranjau memang bukan soto biasa. Kuah kaldunya gurih lezat dengan topping aneka "ranjau" yang dahsyat. Tak heran setelah makan kedua tangan bakal sibuk dan mulut tak bisa berhenti mengunyah. Hati-hati terjebak kelezatannya, bisa-bisa ketagihan!

Pencinta soto ceker mungkin sudah tak asing dengan kelezatan warung soto yang terletak di kawasan Blok M ini. Meski tempatnya berada di sebuah gang kecil, namun Soto Ranjau milik H. Choirul sudah dikenal penggemarnya sejak tahun 1978. Saat jam-jam makan siang, warung soto ini selalu ramai oleh pembeli yang rela berdesakan untuk menikmati semangkok soto istimewa.

Jika baru pertama kali berkunjung mungkin warung soto ranjau ini bakal luput dari pengamatan. Maklum, tandanya hanya berupa sebuah papan mungil bertuliskan "Soto Ranjau". Sebuah gerobak sederhana dengan terpal menandai kehadiran si Soto Ranjau yang terletak di belakang Melawai Plaza itu. Saat-saat yang paling pas untuk menikmati soto ranjau adalah di sore hari.

Selain soto ranjau, juga tersedia soto ayam dan soto ceke yang biasa didampingi sepiring nasi putih. Soto ranjau biasanya disajikan dalam mangkok dengan isian berlimpah yang hampir melewati bibir mangkok. Pendampingnya berupa sambal dan irisan jeruk nipis yang disajikan dalam wadah terpisah. Selain itu disediakan pula mangkok kecil berisi air untuk mencuci tangan.

Yang dimaksud dengan "ranjau" disini sebenarnya adalah soto ayam yang diberi topping tulang-tulang ayam, ceker, dan sayap, dan kepala ayam. Banyaknya tulang-tulang ayam itulah yang menghalangi saya menjangkau isi dari soto. Tak heran nih kalau disebut "ranjau". Namun, ternyata hal itu menjadi kenikmatan tersendiri saat menyantap si soto.

Kedua tangan sudah asyik ikut terjun langsung mencari daging di sela-sela tulang dan menghisap-hisap tulang ayam yang gurih. Apalagi tulang sayap dan cekernya benar-benar empuk, sehingga langsung jadi favorit saya. Rasa gurihnya juga meresap sempurna hingga ke daging tipis yang menyelimuti permukaan tulang. Untuk sisa-sisa tulang tinggal disingkirkan di piring kosong yang sudah tersedia.

Akhirnya setelah menghabiskan setengah tulang-tulang di bagian atas soto, barulah saya bisa meraih isi soto yang terdiri dari soun dan irisan tipis kol. Kucuran jeruk nipis dan sedikit sambal membuat rasa kuah soto yang gurih dari rebusan kaldu ayam makin terasa gurih enak. Pantas saja jika soto ranjau ini sangat populer sejak puluhan tahun lalu. Bahkan saat menikmati kelezatannya saya sama sekali melupakan sempitnya duduk berhimpitan dengan pengunjung lainnya.

Untuk membilas rasa gurih dan pedas soto, seteguk es jeruk yang asam manis pun meluncur ke tenggorokan. Slurpp... segar! Saat membayar soto ranjau yang nikmat ini saya tebus tak lebih dari Rp 10.000,00 saja. Mengingat porsinya yang royal dan rasanya yang lezat, harga tersebut tergolong sangat ringan di kantong. Buat yang ingin menjajal kelezatannya si ranjau, silahkan buruan meluncur ke warung Haji Choirul!

Soto Ranjau Blok M
Warung Tenda, Belakang Melawai Plaza Blok M
Jakarta Selatan
sumber : /food.detik.com/read/2012/02/29/163822/1854702/289/terjebak-kelezatan-soto-ranjau-legendaris-haji-choirul

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar