Penyanyi dan Musisi Kenang Utha Likumahuwa

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20120303_Penampilan_Maliq_D_Essentials_di_Java_Jazz_2012.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Utha Likumahuwa telah tiada. Sejumlah penyanyi dan musisi memberikan penghormatan dalam pertunjukan bertajuk Tribute to Utha Likumahuwa dalam ajang Java Jazz Festival 2012 yang dikomandani Barry Likumahuwa, keponakan almarhum.

Tembang-tembang lawas milik penyanyi yang popular di dekade 1980-an itu, meluncur deras dari bibir para penyanyi seperti Mike Mohede, Mus Mujiono, Ivan, Harvey Malaiholo, Monita, dan Boys 2 Boys. Benny Likumahuwa juga turut meramaikan pertunjukan itu dengan terompetnya.

Sambutan penonton luar biasa. Mereka sangat antusias menyaksikan penampilan mereka. Ratusan tempat duduk nyaris terisi penuh di ruangan D2 Djarum Super Mild Hall. Puncak Asmara menjadi tembang pembuka Tribute to Utha Likumahuwa. Ratusan penonton ikut bernyanyi dan larut dalam alunan irama.

Suasana semakin meriah ketika lagu-lagu hits yang dipopulerkan almarhum tanpa henti dimainkan dalam komando Barry yang malam itu memegang instrumen bass. Hits yang dinyanyikan antara lain Tersiksa Lagi, Akira, Aku Pasti Datang, Bersatu Dalam Damai, Mungkinkah Terjadi, Untuk Apa Lagi, Esok Kan Masih Ada.

Ratusan penonton terbawa dalam suasana kenangan ketika Utha masih hidup. Mereka turut menyanyikan lagu-lagu nostalgia itu bersama penyanyi-penyanyi kenamaan.

"Ini mengenang paman saya yang telah tiada, Utha Likumahuwa. Saya berharap dia bisa melihat kita semua dari atas. Terimakasih sama Java Jazz," seru Barry, Sabtu, (3/3/2012), Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pertunjukan Tribute to Utha Likumahuwa kemudian ditutup dengan lagu Rame Rame. Menurut Barry, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa pamananya itu merupakan salah satu penyanyi yang mempopularkan lagu tersebut.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar