Kenaikan BBM Warga Miskin Sulsel Naik 10 Persen

Bookmark and Share

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kenaikan harga BBM diprediksi memicu kenaikan jumlah masyarakat miskin di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga 10 persen. Hingga 2011 lalu jumlah warga miskin di Sulsel dilaporkan sebanyak 825 ribu jiwa.

Kepala Dinas Sosial Sulsel, Suwandy Mahendra mengungkapkan kenaikan BBM dipastikan berdampak terhadap perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat miskin. Mengacu kajian Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, kebijakan tersebut mendorong naiknya jumlah masyarakat miskin hingga 10 persen.

Dinas Sosial memprediksi jumlah masyarakat miskin di Sulsel bertambah 82.500 jiwa. Pemerintah Sulsel hanya mengacu program pemberdayaan masyarakat miskin yang telah diprogramkan tahun ini. Diantaranya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Program Keluarga Harapan, dan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 38 miliar lebih dari APBD maupun APBN.

"Kita prediksi angka kenaikan masyarakat miskin bisa meningkat sampai 10 persen," kata Suwandi saat pemaparan rencana kerja SKPD Pemprov Sulsel, Senin (5/3/2012).

Ia menambahkan, upaya lain yang ditempuh yakni menurunkan pekerja sosial untuk mengintensifkan pembinaan program pemberdayaan masyarakat miskin.

Hingga 2011 lalu, sebanyak 61.587 jiwa telah tersentuh sejumlah program seperti KUBE, Program Keluarga Harapan, Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, dan sejumlah program lainnya.

Sementara terkait rencana pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan BBM, Dinas Sosial Sulsel mengaku belum memperoleh instruksi penyerahan data jumlah Rumah Tangga Sasaran, selain itu besaran nilai bantuannya pun belum diketahui.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar