Karinding Attack Padukan Musik Metal dan Tradisional

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Band-Karinding-Attack.jpg

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Bermusik di jalur metal tidak membuat Karinding Attack (Karat) meninggalkan musik tradisional. Mereka tetap tidak meninggalkan unsur tradisional melalui alat musik yang mereka pakai, karinding.

Meski memakai alat musik tradisional, Karat tidak membawakan lagu-lagu tradisional. Mereka membawakan lagu-lagu metal. Setelah tiga tahun malang melintang di dunia musik metal, tahun ini, untuk pertama kalinya, Karat menggelar konser tunggal sekaligus meluncurkan album.

Karat akan menggelar konser tunggalnya pada Selasa (13/3/2012) di Teater Tertutup Dago Tea House pukul 17.00 hingga 22.00. Tema "Gerbang Kerajaan Serigala" sengaja dipilih karena Kang Kimung, personil Karat, memang suka sekali dengan serigala. Sambil bikin lagu, ia membayangkan banyak serigara di sekitarnya. Itulah yang membuatnya tenang. Dan itu juga yang menjadi inspirasi tema untuk konser tunggal Karat.

Konser ini diselenggarakan sebagai pembuktian komitmen Karinding Attack untuk mengembangkan musik Karinding dan menyebarkannya ke khalayak luas. Pertunjukan ini merupakan sebentuk rasa syukur untuk 3 tahun perjalanan Karinding Attack.

"Tiga tahun bukan waktu yang cukup lama, tetapi melakukan eksplorasi yang cukup kental dan inspiratif. Dari gerbang kemerdekaan menuju gerbang Serigala. konsepnya mengenai 3 aspek, yakni pencarian, pencerahan, dan penemuan, nanti audience akan disuguhi ide tentang pencerahan yang akan direpresentasikan dengan musik Karinding Attack," tutur Mang Gustaff, Art Director, pada jumpa wartawan di Common Room, Senin (12/3/2012).

Pemusik karinding boleh berbangga. Saat ini, setidaknya ada 10 ribu anak muda yang menekuni karinding. Abah Olot yang merupakan salah satu tokoh yang berjasa bagi Karat mengaku senang dengan naik pamornya karinding.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar