Dua Remaja Kulonprogo Curi Uang Tetangga Jutaan Rupiah

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/ini-contoh-ilustrasi-uang.jpg

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Dua siswa kelas 3 sebuah SLTP Negeri di wilayah Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, berinisial BY dan ND diamankan ke Balai Desa Pagerharjo, Kamis (14/9/2011) sore.

Ketika itu mereka hendak dikeroyok oleh warga karena kedapatan mencuri uang tetangga.

Kejadian ini bermula saat pemilik uang yang juga bekerja sebagai aparat pemerintah desa, Dayat , merasa kehilangan uang yang akan digunakan untuk membiayai pementasan wayang dalam rangka bersih desa.

Ketika hendak mengambil uang yang di simpan di dalam rumahnya, korban ini kaget karena uangnya hilang.

Setelah mendapati uang yang disimpannya hilang, warga Dusun Kemesu tersebut kemudian menceritakan kejadian yang menipanya itu kepada para tetangga.

Setelah mendengar cerita, warga kemudian mencurigai kalau pelakunya adalah BY karena yang bersangkutan tidak menampakkan diri. Setelah BY pulang ke rumahnya, warga kemudian langsung menanyai kepada yang bersangkutan dan akhirnya mengaku.

"Setelah ditanyai oleh warga, BY ini mengakui kalau telah mencuri uang milik Dayat yang tak lain adalah tetangganya," ujar seorang tokoh masyarakat, Sunarto, Jumat (16/9/2011).

Sunarto mengatakan, setelah didesak terus, pelaku ini mengaku kalau sudah 3 kali mengambil uang milik tetangganya itu.

Uang yang berhasil dicuri oleh pelaku Rp 4,8 juta rupiah. Pelaku ini melakukan aksinya secara sendiri dan seorang rekannya inisial ND tidak terlibat secara langsung.

Setelah menginterograsi BY dan ND, warga sekitar kampung mulai berkumpul hendak menghakimi pelaku. Karena khawatir emosi massa tidak bisa dibendung, dirinya kemudian langsung membawa pelaku ke Balai Desa Pagerharjo untuk diamankan.

Sunarto menuturkan, saat berada di balai desa, keluarga pelaku, korban dan warga masyarakat sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cara kekeluargaan.

Keluarga pelaku dan korban sepakat kalau penyelelesaiannya akan dilaksanakan pada Jumat (16/9) siang dengan menghadirkan pihak sekolah.

"Warga dan keluarga memilih secara kekeluargaan karena pelaku ini masih sekolah dan masih bisa diperbaiki kelakuannya," tutur Sunarto.

Kepala Desa Pagerharjo, Keksi Wuryaningrum, mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan karena pelaku dan korban ini merupakan tetangga dan juga pelaku ini masih bersekolah.

Keputusan untuk menyelesaikan permasalahan pencurian ini secara kekeluargaan karena diharapkan pelaku masih bisa dibina sehingga tidak mengulanginya lagi.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar