Banjir tak Halangi Petugas PPS Petogogan Verifikasi Faktual

Bookmark and Share

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah Wawan Setiawan (48) dan Slamet (58) harus terhenti tiba-tiba. Hari masih pagi. Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 WIB. Niat mereka untuk mendatangi rumah warga yang terdaftar sebagai pendukung dua bakal calon Gubernur DKI Jakarta lewat jalur independen, harus tertunda.

Wawan dan Slamet adalah Panitia Pemungutan Suara Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keduanya tak bisa melanjutkan tugas melakukan verifikasi faktual lantaran banjir tiba-tiba muncul kembali.

"Terpaksa kita harus membuat jadwal baru dan memberitahukannya kepada Koordinator Kelurahan pasangan calon. Syukurnya, mereka tidak protes dengan jadwal baru ini," cerita Wawan kepada Tribunnews soal duka petugas PPS Kelurahan Petogogan di Jakarta, Kamis (1/3/2012). Kelurahan Petogogan banyak dikenal sebagai kawasan langganan banjir. Daerah ini kerap tergenang muntahan air yang dilewati Kali Krukut. Tak heran, sekalipun langit Jakarta cerah, daerah ini tetap digenangi air kiriman Kali Krukut.

Kelurahan Petogogan terdiri dari enam Rukun Warga (RW). Hanya dua RW yang daerahnya tak pernah kena limpahan air Kali Krukut, yakni RW 04 dan 06. Sisanya, RW 01, 02, 03, dan sebagian kecil RW 05 tergenang. Kondisi ini menjadi beban tambahan PPS saat verifikasi ke rumah-rumah.

Namun, genangan air mengepung kantor PPS yang terletak di lantai tiga kelurahan, tak menyurutkan nyali petugas PPS melaksanakan tugasnya. Sederetan kursi untuk pendukung bakal calon independen sudah tertata rapi di sebuah ruangan mirip aula di lantai tiga.

Sayang, hari pertama yang dijadwalkan untuk pendukung pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin hanya sedikit yang datang. "Sampai pukul tiga sore hanya tiga orang yang datang. Mereka terbilang pendukung loyal. Baru pukul 16.30 WIB, yang datang 86 orang," terangnya.

Dari pantauan Tribun, tanah kantor Kelurahan Petogogan lebih tinggi setengah meter dari jalan yang kerap tergenang air. Wawan bercerita, genangan sedengkul dianggap wajar.

Diakuinya, memang banyak warga yang tak datang ke kelurahan selalu mengeluhkan banjir. Wawan mengaku banjir bukan alasan verifikasi faktual ke pendukung bakal calon gagal.

Pengalaman kali ini berkaca pada pemilihan presiden pada 2009 lalu. Namun, Kelurahan Petogogan mendapat acungan jempol karena meski rumah warga kebanjiran, pencontrengan ke TPS tetap berjalan.

Kunci sukses waktu itu karena Wawan dan teman-teman sudah mengantisipasi segala urusan logistik untuk persiapan pencontrengan. Ia pun sudah memiliki strategi jitu agar pencontrengan nanti ditempatkan di dataran yang tak terkena banjir. "Tapi alhamdulillah tingkat warga ke TPS bagus," katanya lagi.

Saat ini, Wawan, Slamet dan Riza bersyukur. Pasalnya, PPS Kelurahan Petogogan sudah merampungkan verifikasi faktual untuk dua bakal calon independen baik Faisal-Biem dan Hendardji-Riza. Rencananya, Jumat hari ini, rekapitulasi PPS Petogogan akan disampaikan ke PPK Kebayoran Baru.

Data pendukung bakal calon Faisal-Biem yang masuk ke PPS Kelurahan Petogogan sebanyak 623 KTP. Lolos verifikasi 460 KTP pendukung. Sedang sisanya 163 KTP tak lolos cek administrasi, dan mengembalikan dukungan. Sementara total KTP pendukung Hendarman-Riza 679, lolos verifikasi 635 KTP Pendukung dan sisanya 44 tak lolos.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar