Bibir Sumbing dan Celah pada Langit Mulut

Bookmark and Share
http://images.detik.com/content/2011/09/09/770/bibir-sumbing-(sheknows)-dlm.jpg
Jakarta, Deskripsi

Bibir sumbing (cleft lip) dan celah pada langit-langit (cleft palate) adalah salah satu cacat lahir yang sering dijumpai. Sumbing (cleft) adalah kondisi terbelah pada bibir atas, atau pada atap mulut (langit-langit) atau keduanya. Bibir sumbing dan celah pada langit-langit merupakan hasil dari perkembangan struktur wajah pada bayi yang belum lahir tidak menutup sepenuhnya.

Bibir sumbing dan celah pada langit-langit umumnya terjadi sebagai cacat lahir, tetapi juga dapat terkait dengan kondisi genetik. Pada kebanyakan bayi, serangkaian operasi dapat mengembalikan fungsi normal dan mencapai penampilan atau estetika yang normal dengan jaringan parut atau bekas luka minimal.

Penyebab

Wajah dan tengkorak seorang bayi terbentuk selama 2 bulan pertama di dalam rahim. Biasanya, jaringan yang membentuk bibir dan langit-langit akan mengalami penutupan. Namun pada bayi dengan bibir sumbing atau celah pada langit-langit, fusi (penutupan) tidak pernah terjadi atau hanya terjadi sebagian, sehingga meninggalkan sebuah lubang atau celah.

Pada kebanyakan bayi, tidak ditemukan penyebab yang pasti. Namun, para peneliti percaya bahwa kebanyakan kasus bibir sumbing dan celah pada langit-langit disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan.

1. Faktor genetik
Entah ibu atau ayah bisa mewariskan gen yang menyebabkan celah atau sumbing, baik sebagai cacat terisolasi atau sebagai bagian dari sindrom yang mencakup celah atau sumbing sebagai salah satu tandanya. Dalam beberapa kasus, bayi mewarisi gen yang membuat mereka lebih mungkin untuk berkembang menjadi sumbing. Kemudian lingkungan menjadi sebuah pemicu yang menyebabkan sumbing terjadi.

2. Faktor lingkungan
Janin yang terkena paparan asap rokok, alkohol, obat-obatan tertentu, obat-obatan terlarang dan virus tertentu telah dikaitkan dengan perkembangan yang menyebabkan sumbing.

Gejala

Biasanya, celah di bibir atau di langit-langit segera diidentifikasi saat lahir. Bibir sumbing dan celah pada langit-langit dapat mempengaruhi satu atau kedua sisi wajah. Celah (clefts) dapat muncul hanya sebagai takik kecil di bibir atau dapat memanjang dari bibir melalui gusi atas dan langit-langit ke bagian bawah hidung.

Celah yang terjadi pada otot langit-langit lunak (palatum molle) yang tersembunyi di bagian belakang kurang umum terjadi. Karena tersembunyi, celah jenis ini tidak dapat didiagnosis sedini mungkin.

Bibir sumbing dan celah pada langit-langit biasanya tampak pada saat lahir, dan dokter dapat memulai koordinasi perawatan pada waktu itu. Namun, celah pada submukosa dapat dikaburkan oleh lapisan mulut dan tidak terdiagnosis sampai kemudian ketika tanda dan gejala berkembang.

Adapun tanda dan gejalanya, antara lain:
1. Beberapa bayi dengan bibir sumbing atau celah pada langit-langit mengalami masalah pada saat makan.
2. Gassiness dan regurgitasi yang berlebihan dari hidung.

Perawatan

Perawatan bibir sumbing dan celah pada langit-langit membutuhkan rencana yang komprehensif sejak lahir hingga dewasa, seperti rekonstruksi sering melibatkan serangkaian operasi ketika anak tumbuh. Sebuah tim dokter spesialis sangat diperlukan karena kondisi ini sering mempengaruhi area lain dari kesehatan anak.

Tim dokter spesialis tersebut, dapat terdiri oleh:

1. Dokter Anak
2. Dokter bedah plastik
3. Dokter bedah mulut
4. Dokter gigi spesialis anak
5. Ortodonti
6. Dokter spesialis THT (otolaryngologist)
7. Auditori atau spesialis pendengaran

Tujuan perawatan adalah untuk memastikan kemampuan anak untuk dapat makan, berbicara, mendengar dan bernapas dan untuk mencapai penampilan atau estetika wajah yang normal. Perawatan melibatkan operasi untuk memperbaiki cacat dan terapi untuk memperbaiki kondisi terkait.

Operasi

Pembedahan untuk memperbaiki bibir sumbing dan celah pada langit-langit didasarkan pada cacat tertentu. Setelah perbaikan awal celah, dokter dapat merekomendasikan tindak lanjut operasi untuk meningkatkan kemampuan bicara atau memperbaiki penampilan atau estetika bibir dan hidung. Operasi biasanya dilakukan dalam urutan ini:
1. Perbaikan bibir sumbing
Ketika usia 10 minggu-3 bulan
2. Perbaikan celah pada langit-langit
Ketika usia 6-18 bulan
3. Follow-up pasca operasi
Ketika usia 2 tahun-remaja akhir

Sumber: MayoClinic

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar